Sebuah sistem atau peta jalan yang menggunakan konten untuk membimbing calon pelanggan secara bertahap, mulai dari tidak tahu menjadi tahu, tertarik, hingga akhirnya membeli produk.

Yang menentukan funnel adalah intent audiens dan tujuan kontennya
<aside> <img src="/icons/thought_gray.svg" alt="/icons/thought_gray.svg" width="40px" />
Misalnya: “5 alasan anak suka main air” Bisa TOFU.
Tapi: “5 alasan anak suka main air di Hawai Waterpark” bisa MOFU.
Sedangkan: “Weekend ini ajak anak main air tiket mulai RpXX” bisa BOFU.
</aside>
| FUNNEL | KONDISI AUDIENS | PERTANYAAN MEREKA | TUGAS MARKETING |
|---|---|---|---|
| TOFU | Belum terlalu kenal / belum punya niat spesifik | “Apa menariknya?” | Bikin mereka berhenti & tertarik |
| MOFU | Sudah tertarik / mengenal brand | “Kenapa harus ke sana?” | Bikin mereka yakin |
| BOFU | Sudah punya niat | “Kapan, berapa, dan gimana belinya?” | Bikin mereka bertindak |
Dalam proses ini belum tentu orang melihat konten kita karena dia sedang mencari informasi tentang Hawai Waterpark.
Bisa saja tahapan ini terjadi ketika mereka sedang scrool tiktok / Reels secara random, lalu melihat :
<aside> <img src="/icons/thought_gray.svg" alt="/icons/thought_gray.svg" width="40px" />
“POV: Akhirnya ketemu tempat yang bikin anak lupa hp”
</aside>
Mereka berhenti - Mereka tertarik - Mereka mungkin belum peduli siapa yang bikin kontennya.
That's okay. Tugas TOFU bukan menjual tiket. Tugas TOFU adalah: MASUK KE KEPALA ORANG!
Ini yang mungkin sering hilang dalam sosial media strategi. Orang mungkin sudah tahu brand tempat wisata kita. Tapi mereka belum tentu memilih berlibur di di tempat kita.